Senin, 21 Oktober 2013

Kita

Waktu berjalan begitu cepat. 
perkenalan singkat kita yang akhirnya terus berlanjut 
hingga sekarang. perasaan biasa menjadi luar biasa, 
awal yang tak pernah ku duga sebelum nya. 

Kamu memang tidak sengaja datang dalam hidup ku
justru aku lah yang mendatangi kehidupan mu tanpa
permisi. aku lah yang harus di persalah kan jika memang 
semua ini adalah salah, karna aku yang memulai semuanya
berawal sebagai pemuja rahasia mu. mengagumi mu tanpa
jeda dan tanpa batas...
Gayung pun bersambut, kamu menyambut ku dengan manis
senyum dan cara pandang mu kepada ku mengisyarat kan
kepada ku untuk boleh memasuki hidup mu lebih jauh lagi.
aku tertarik benar-benar tertarik pada mu. sosok ku hadir dalam
kehidupan mu begitu pun kamu, kamu terus menerus memberi ku
luang untuk aku bisa mengikuti jejak hidup mu.
"KiTa" pun berjalan menyusuri kehidupan yang seolah mempermainkan
dan mempertemu kan kita. aku rasa tuhan punya rencana mengapa "KiTa"
di pertemukan dalam waktu yang siapa pun tidak mengetahuinya.

seiring berjalan nya waktu, tidak ada percakapan biasa. semua terasa 
begitu ajaib dan menyenangkan.terbiasa aku melihat kamu dan senyum kamu
membuat perasaan ini semakin besar dan takut kehilangan kamu. walaupun
aku tau "KiTa" bukan lah apa-apa. tapi aku merasa nyaman berada di samping mu.
makan malam dengan di iringi suara desir ombak membuat kehadiran kamu
semakin nyata, senyum mu di bawah sinar bulan tidak akan pernah aku lupakan.
waktu kian sering mempertemukan "KiTa" dengan laut dan cahaya bulan.
aku semakin takut akan kehilangan kamu...
aku semakin takut tidak ada kamu.



Senin, 07 Oktober 2013

Perasaan Bodoh

Tidak di sangka semua berjalan begitu saja tanpa ada yang tau
arah perjalanan ini berujung seperti apa dan bagaimana.

ahhh... bodoh, aku terlihat begitu bodoh dan benar-benar bodoh
jadi wajar banyak orang yang kelak akan mencibir ku dengan sindiran-sindiran 
yang tidak enak di dengar. Dari awal aku tau jika semua ini akan menyakiti ku
tapi entah kenapa aku tetap membiarkan semua berjalan begitu saja seperti air mengalir.

Dia yang sosok nya selalu merajai mimpi hampir di setiap malam ku
yang aku relakan hati ini sakit menahan sayang dan rindu yang semakin hari 
semakin membodohi ku. Tapi pantas kah aku sebut perasaan ini yang bodoh...
Disini dari meja ini aku hanya bisa memandangi dia dari jauh, tanpa dia tau
keberadaan bola mata ku.
tanpa dia tau arti setiap tatapan yang aku berikan kepada nya.
melihat senyum nya yang indah rasanya hati ini sangat tenang sekali,
 bibir nya yang tipis menambah keindahan wajahnya.
ya tuhan... kenapa kau menciptakan manusia yang nyaris sempurna itu.