Siapa
yang bisa menjawab semua pertanyaan hati ku ini. Tolong jelaskan pada
ku mengapa semua jadi serumit ini. Aku tak tau kenapa kamu tiba-tiba
muncul dan memenuhi sudut-sudut terpencil otak ku sehingga fungsi
syaraf dari otak ini terkadang membuatku sulit untuk berpikir dengan
jernih. Kamu juga yang kini memenuhi relung hatiku yang kosong dan
sudah terbiasa sendiri menikmati kesakitan yang masa lalu berikan
kepada ku. Kamu… semua terjadi begitu cepat, tanpa teori dan banyak
basa basi. Aku melihatmu, mengenalmu, lalu mencintaimu. Sesederhana
dan sesimple itulah kamu mulai menguasai hari-hari ku yang semula
tanpa cahaya menjadi sangat bercahaya. Kamu mulai menjadi penyebab
semangat ku di setiap aktifitas ku setiap harinya. Kamu menjelma
menjadi senyum yang tak bisa ku jelaskan dengan kata-kata.
Iya… benar aku jatuh cinta bukan mungkin lagi, tapi sudah ada detak jantung yang berbeda saat melihatmu apalagi senyum dan mata indahmu ku lakukan diam-diam. Begitu rapih. Hingga hatimu yang beku tak pernah berhasil ku cairkan. Semua ku sembunyikan dengan caraku. Hingga perasaanmu yang tidak peka tetap saja acuh dan tak peduli pada gerak gerikku yang jarang sekali tertangkap oleh sorot mata indahmu itu. Kamu terlalu cuek seolah tinggal dan hidup sendiri dalam dunia yang besar ini. Aku pandai menyembunyikan banyak hal hingga kau tak memahami semua yang terjadi disekitar mu.
Iya… benar aku jatuh cinta bukan mungkin lagi, tapi sudah ada detak jantung yang berbeda saat melihatmu apalagi senyum dan mata indahmu ku lakukan diam-diam. Begitu rapih. Hingga hatimu yang beku tak pernah berhasil ku cairkan. Semua ku sembunyikan dengan caraku. Hingga perasaanmu yang tidak peka tetap saja acuh dan tak peduli pada gerak gerikku yang jarang sekali tertangkap oleh sorot mata indahmu itu. Kamu terlalu cuek seolah tinggal dan hidup sendiri dalam dunia yang besar ini. Aku pandai menyembunyikan banyak hal hingga kau tak memahami semua yang terjadi disekitar mu.
Sungguh
aku tidak bisa melupakanmu… sungguh !
Kamu
sudah melekat dengan sel syaraf yang ada diotak ku. Aku selalu ingat
bagaimana cara kamu menatap tajam mataku. Caramu mencuri perhatianku.
Kerutan alis indahmu yang melengkung bak pria antagonis namun tetap
saja mempesona dalam pandangan mataku. Bibirmu yang tipis dan murah
senyum membuat hatiku menjadi merah jambu dengan dikelilingi
kupu-kupu yang indah. Hal-hal sederhana itu seakan-akan sengaja kamu
ciptakan untuk tidak bisa aku lupakan. Tolong… tolong buat aku lupa
akan sosok dirimu yang begitu indah, karena aku tak lagi temukan cara
terbaik untuk menghilangkan kamu dari pikiranku. Aku hampir putus asa
untuk melupakan sosok kamu dalam ingatan ku. Mungkin seperti
hemoglobin yang mengalir menyatu dengan tubuh hingga otak. Itulah
kamu yang sulitku lupakan…
Ini
sangat sulit ditebak, rasanya sangat mengesalkan dan menjengkelkan
jika aku tidak mengetahui isi hatimu yang sesungguhnya. Kamu sangat
sulit ku tebak. Sosok pendiam dan terkadang berceloteh yang membuat
orang tertawa terbahak itulah kamu. Kamu teka teki yang punya banyak
jawaban, juga banyak tafsiran sehingga aku sulit menebak sesungguhnya
kamu seperti apa dan dengan hatimu. Kamu seolah memiliki bahkan
memberi isyarat yang membuat aku ingin menerka dan menjawab
isyarat-isyarat itu tapi aku takut, aku takut mengartikan kata-kata
manismu yang mungkin saja tak hanya kau katakan padaku. Aku takut
mempercayai semua perhatian sederhanamu yang sering kali kamu berikan
padaku, semua kamu perlihatkan secara terselubung dan tertutup untuk
orang lain. Aku takut… takut… bahkan sangat takut. Semakin takut
jika perasaan ini tumbuh dan berkembang begitu besar hingga aku tak
sanggup lagi menampungnya. Jika sudah begitu akan ku larikan kemana
semua perasaan itu. Tolong hentikan langkahku, jika segalanya yang
kuduga benar adanya tapi salah di mata indahmu. Tolong kembalikan aku
kejalan semula, jalan yang dimana aku berjalan sendiri tanpa kamu dan
cahaya darimu. Aku ingin bebas jika memang semua itu tidak seperti
yang kamu mau. Aku ingin kembali ke jalanku semula sebelum aku
mengganggu rute tujuan dari perjalananmu.
Tidakkah
kamu tau tampan…
Aku
sedang berusaha sekuat tenaga dan hatiku berusaha melawan jutaan kamu
yang mulai mengepul seperti asap rokok di otakku. Asap rokok yang
menggantung di udara. Aku melihatmu seakan akan nyata tapi ternyata
kamu hanyalah fatamorgana. Aku tak percaya, ternyata fatamorgana itu
bisa melangkah sejauh ini. Dan selama ini juga aku tak pernah berani
mengatakan satu hal yang mungkin akan mengagetkan dan membuatmu
menggelengkan kepala tanda tak percaya. Aku mulai menyukaimu bahkan
mungkin sudah lebih dari sekedar suka yaitu mencintai. Taukah kamu
tampan… diantara rindu yang selalu gagal aku ungkapkan, dibalik
senyum atas ketidakpekaanmu, didalam rasa canggung dan gugup yang
belum kupahami. Aku mencintaimu lebih dari apa yang kau bayangkan dan
pikirkan. Jadi tolong… jangan pergi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar